PKS Terancam BUBAR


Anis-Matta-Korupsi-KopiPartai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali diguncang isu tidak sedap. Kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengungkapkan Presiden PKS Anis Matta terlibat dalam proyek pengadaan benih kopi di Kementerian Pertanian 2012-2013. Dari proyek itu dan atas perintah LHI, Fathanah memberikan Anis Matta komisi Rp 1,9 miliar.

Dari temuan ini, secara tidak langsung mensinyalir adanya aliran dana bermasalah untuk PKS. Membuat isu pembubaran partai yang bermasalah dan terlibat dalam skandal mega korupsi semakin menguat.

Hal itu tidak ditampik oleh Kemenkumham Amir Syamsudin. Secara diplomatis politisi Demokrat itu menyatakan, belum bisa berbuat banyak hingga ada keputusan hukum. “Sebelum segala sesuatunya terungkap dengan baik, Kemenkumham tidak bisa terburu-buru memutuskan itu. Ada proses panjang yang masih bisa dilalui,” ujarnya sebelum rapat dengar pendapat dengan Komisi III di Gedung DPR, Senin, (24/6/2013)

Dalam konstitusi pembubaran partai bermasalah bisa jadi dilakukan oleh pemerintahan SBY. Tapi itu akan sangat sulit mengingat tidak sedikit anak buah SBY dalam Partai Demokrat yang terlibat kasus korupsi. Hal lain yang mungkin bisa dilakukan adalah MK sebagai lembaga negara yang independen dengan memberi ruang kepada rakyat menjadi pemohon. Baca lebih lanjut

Iklan

Intelijen AS dan ISIS Bekerjasama Hancurkan Irak


AS_Zionis_ISIS_DAISH_ISILKantor intelijen rahasia AS di Baghdad, Irak menolak memberikan data sensitif mengenai lokasikeberadaan kelompok teroris yang beroperasi di negara itu kepada otoritas Irak, termasuk lokasi elemen-elemen Takfiri ISIS, demikian menukil laporan pers AS.

Jurnal Market Watch pada Ahad, 22/06/14, melaporkan, pemerintahan Obama secara resmi melakukan operasi intelijen rahasia di Irak akhir tahun lalu.

“AS, seharusnya membantu militer Irak dalam memerangi terorisme dengan berbagi intelijen mengenai lokasi kelompok-kelompok pemberontak di daerah terpencil negara itu,” demikian menukil pernyataan mantan pejabat Amerika yang akrab dengan masalah ini kepada Jurnal Market Watch.

Pejabat itu menambahkan, jalur komunikasi yang diambil dari para pemimpin kelompok militan ISIS dan real-time feed drone merupakan data-data penting yang tidak diberikan AS kepada otoritas pemerintah Irak.
Baca lebih lanjut

Ayatullah Makarem Syirazi : ISIS akan Kami Buat Kocar-Kacir


ayatullah-Makarim_Syirazi-Ayatullah Makarem Shirazi, salah satu

Marji Agung Muslim Syiah Iran menyerukan pembelaan atas seluruh wilayah Irak khususnya tempat- tempat suci oleh semua pecinta Islam dan Ahlul Bait as.

IRNA (23/6) melaporkan, Ayatullah Makarem Shirazi, hari ini, Senin (23/6) mengumumkan, pasca kekalahan para teroris Takfiri dan pendukung-pendukungnya dari negara-negara Arab serta Barat, juga rezim Zionis Israel di Suriah, mereka memutuskan untuk membalas kekalahan itu di Irak.

Save-Karbala-Husaini-Peziarah

Di bagian lain pernyataannya, Ayatullah Makarem Shirazi mengatakan, para teroris Takfiri harus tahu, jika diperlukan jutaan orang dari sejumlah negara yang setiap peringatan Arbain berjalan kaki dari wilayah-wilayah paling jauh menuju makam para Imam as di Irak, akan bergabung dengan pasukan sukarelawan rakyat dan militer Irak.

Anasir-anasir kelompok teroris DIIS, selain di Suriah, dengan kerjasama sisa-sisa anggota Partai Baats, Irak, dalam beberapa pekan terakhir menduduki sejumlah wilayah di negara tersebut. (IRIB Indonesia/HS)

Wahabi Mazhab Takfiri : Ahlisunnah pun Dikafirkan


wahabi-kafirkan-ahlisunnahNABI ADAM AS

DAN SITI HAWA

“Tatkala Allah memberi kepada keduanya (Adam dan Hawa) seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu.”

Muhammad Bin Abdul Wahhab, Kitab Tauhid

SITI HAWA

“Sesungguhnya syirik itu berlaku kepada Hawa.”

Muhammad Al-Qanuji, Kitab Ad-Din Al-Kholis

ABDULLAH DAN SITI AMINAH BINTI WAHAB, ORANG TUA NABI MUHAMMAD SAWW

Baca lebih lanjut

Siapa Sebenarnya Jongos Zionis dan AS?


Siapa-Sebenarnya-Jongos-Zionis-ASThierry Meyssan
Kehancuran mendadak negara Irak oleh serangan kelompok ISIS, itulah yang disajikan oleh pers internasional. Tapi,  siapakah yang akan percaya bahwa sebuah negara yang kuat, yang ditopang oleh persenjataan dari Amerika Serikat, bisa jatuh dalam waktu yang kurang dari seminggu oleh kelompok jihadis independen? Selain itu, siapakah yang akan percaya bahwa mereka yang mendukung pergerakan ISIS di Suriah, lantas tiba-tiba mengutuk mereka di Irak?

Sejak tahun 2001, Kepala Pertahanan Amerika Serikat telah berusaha untuk memecah  ” lebih banyak lagi Timur Tengah” menjadi banyak  negara-negara kecil,  yaitu negara yang homogen secara etnis. Peta wilayah “Timur Tengah baru” diterbitkan pada bulan Juli 2006. Ia berencana untuk membagi Irak menjadi tiga yaitu negara untuk muslim Sunni, negara untuk muslim Syiah dan negara untuk bangsa  Kurdi.

Kegagalan Israel dalam menghadapi Hizbullah di musim panas tahun 2006, dan juga kekalahan  Perancis dan Inggris di Suriah pada 2011-2014, mengisyaratkan bahwa rencana tersebut telah ditinggalkan. Tapi bukan itu permasalahannya, kini pimpinan militer AS sedang mencoba untuk melanjutkan proyek melalui  modern condottieri, yaitu  menggunakan pasukan bayaran yang tidak terikat pada instansi pemerintahan – dan tentu saja, jihadis inilah yang mereka manfaatkan.

Baca lebih lanjut

Satu Persatu Saksi Penting Hambalang Dibunuh, Kenapa?


Satu-Persdatu-Saksi-Penting-Hambalang-Dibunuh-Kenapa?Empat saksi penting dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga di Bukit Hambalang, Bogor, meninggal.

Muchayat, bekas Deputi Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara, misalnya. Dia meninggal pada Rabu, 18 Juni 2014, karena penyakit stroke, dan mengembuskan napas terakhirnya di sebuah rumah sakit di Singapura pukul 11.30 WIB. “Benar, beliau meninggal,” kata Rafina, sekretaris Munadi Herlambang, anak kandung Muchayat, saat dihubungi, Rabu, 18 Juni 2014.

Menurut Rafina, keluarga Muchayat, termasuk Munadi, bertolak ke rumah duka di Surabaya. Hal itu dibenarkan Asman, penjaga rumah Muchayat dan Munadi di Kompleks Tanjung Barat Indah, Jakarta Selatan. “Seluruh anggota keluarga sudah berangkat ke Surabaya,” kata Asman saat dihubungi, Rabu, 18 Juni 2014.
Baca lebih lanjut