Hashim Djojohadikusumo dan Ahok, Siapa yang Berbohong?


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumobereaksi ketika mantan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Luhut Panjaitan, mengkritik soal kakaknya yang juga merupakan Calon Presiden (Capres), Prabowo Subianto yang disebut temperamental.hasim_Siapa_yang_Berbohong

Dalam acara “Diskusi Publik Gereda Mendengarkan Visi-Misi Capres,” di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STTJ), Jakarta Pusat, Senin (2/6/2014), Hashim mengingatkan bahwa dalam pemaparan visi-misi pasangan Prabowo – Hatta Rajasa, ia mengaku sama sekali tidak mengkritik lawan politiknya. Namun Luhut yang mewakili capresJoko Widodo (Jokowi), menyinggung soal pribadi Prabowo.

“Acara ini adalah acara visi-misi, bukan kritik karakter orang, bukan kritik partai lawan, saya tidak pernah kritik seseorang, kritik partai lawan, sekali sudah dibuka, saya akan bicara,” katanya.

Ia menyebut Prabowo temperamental, namun Prabowo adalah seseorang yang cepat minta maaf. Ia sebagai adik laki-laki mantan Danjend Kopassus TNI AD itu mengaku sebagai seseorang yang sering dimarahi. Baca lebih lanjut

Iklan

Kekerasan & Dongeng


Seandainya agama Islam dapat berjalan seperti sejarahnya yang pertama, Kekerasan_dan_Dongeng
Dan tidak terjadi fitnah di antara kaum muslimin
Niscaya agama Islam akan dapat menguasai seluruh dunia
– Waltz –
Islam adalah agama yang praktis dan realistis
Yang melihat intelegensi manusia dan wahyu Ilahi
Berada dan berdampingan dan bekerjasama secara serasi
– Karen Armstrong –

Muhammad: A Western Attempt To Understand Islam. Karen Armstrong menulis; setelah Muhammad hijrah pada tahun 622, masyarakat Islam yang kecil telah melangkahkan kakinya yang pertama menuju kekuasaan politik: sepuluh tahun kemudian umat Islam menguasai hampir seluruh Arabia dan telah meletakkan fondasi bagi sebuah system politik Arab baru, yang memungkinkan kaum muslim menguasai kerajaan yang sangat luas selama ribuan tahun. Keberhasilan politik ini telah mengundang kesulitan dan perjuangan terus menerus. Tahun-tahun yang penuh gejolak di Madinah telah menunjukkan betapa sulitnya dan betapa riskannya untuk mencoba membangun kembali masyarakat sesuai dengan rencana Tuhan. Baca lebih lanjut

Kebohongan dan Pelecehan Wahabi Terhadap Imam Syafi’i


Imam Syafi'i
Aksi keji kelompok Wahabi Salafi kembali terjadi. Di dalam sebuah buku (yang belum diketahui siapa pengarang dan judulnya), kelompok Wahabi Salafi dengan begitu beraninya melakukan fitnah dan kebohongan besar terhadap salah satu ulama ahlussunnah wal jama’ah, Imam Syafi’i. Seorang ulama kenamaan pendiri Madzhab Syafi’i diftnah mengikuti aqidah mujassimah.

Disebutkan dalam buku fitnah tersebut dengan judul yang begitu jelas tertulis “Imam Syafi’i menetapkan pembagian tauhid menjadi tiga”. Yang dimaksudkan adalah tauhid rububiyyah, tauhid uluhiyyah, dan tauhid asma wa shifat. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

Selama ini, tidak ada satu pun ulama yang membagi tauhid menjadi tiga baik ulama salaf maupun khalaf. Apalagi Imam Syafi’i, sejak kapan beliau membagi tauhid menjadi tiga? Darimana sumber yang menyatakan bahwa Imam Syafi’i membagi-bagi tauhid menjadi tiga? Yang melakukan hal itu hanyalah dari kelompok Wahabi Salafi saja. Astaghfirulloh, kami berlindung kepada Allah dari fitnah Wahabi Salafi. Baca lebih lanjut

Ibnu Taimiyah Mengharamkan Ilmu Kimia !


Abu Salafy

Ibnu Taimiyah Mengharamkan Ilmu Kimia !

SUMBER:http://almaliky.org/news.php?action=view&id=641

(Syaikh Hasan bin Farhan  Al Maliki adalah ulama moderat Arab Saudi ahli hadis, peneliti sejarah, dan  peduli HAM, beliau anti sektarian, ekstrimisme dan kekerasan, lebih-lebih atas nama agama, anda bisa berinteraksi dengan beliau lewat halaman facebook dan Twitter-nya. juga bisa mendowload buku-bukunya lewat situs resminya http://almaliky.org/index.php atau mendengar ceramah-ceramahnya lewat halaman youtube-nya)

.

Hasan FarhanSikap ekstirmisme Ibnu Taimiyah tidak hanya dalam menghalalkan darah-darah, akan tetapi merambah sampai ke dunia ilmu kimia. Ia mengharamkannya dan memprovokasi antipati atasnya…. Karena Jabir bin Hayyan si pelopor ilmu kimia!. Dan sebab dibalik kebenciannya yang mendalam terhadap Jabir bin Hayyan dikarenakan Jabir adalah murid setia Imam Ja’far ash-Shadiq (cucu Nabi saw dan salah satu Imam Syiah)! Tetapi Ibnu Taimiyyah cerdas, ia tidak akan berterus terang menjelaskan tujuannya yang jauh nun tersembunyi itu!

Ibnu Taimiyyahberfatwa tentang keharaman ilmu Kimia dalam kitabnya Majmu’ Fatawa, 29/368

Lihat pos aslinya 869 kata lagi

Mengungkap Kebohongan Ibnu Taimiyah (1)


Abu Salafy

Kebohongan Ibnu Taimiyah Bikin Malu Ulama Ahlussunnah

Persembahan untuk Taimiyyun Salafiyun, Wahhabiyun

.

Kebencian Kepada Sayyidina Ali ra. atau Kejahilan Ibnu Taimiyah!

Ibnu Taimiyah dan Minhâj as Sunnah-nya di Mata Para Ulama Ahlusunnah.

Ketika seorang ulama Syi’ah bernama Ibnu Muthahhar al Hilli menulis buku tentang keutamaan Sayyiduna Ali ra. yang ia beri judul Minhâj al Karâmah, Ibnu Taimiyah segera membantahnya dengan buku berjudul Minhâj as Sunnah.

Gema kedua buku itu rame sehingga mendunia saat itu… para ulama Ahlusunnah kemudian menelaah kitab Minhâj as Sunnah. Dan mereka meyaksikan bahwa dalam bantahannnya kepada Al Hilli, Ibnu Taimiyah tidak jarang menampakkan penghinaannya terhadap Khalifah Ali ra. dan juga ia sering sembrono dalam menvonis palsu hadis-hadis shahih keutamaan Khalifah Ali ra. disamping penyimpangan lain terkait dengan masalah akidah Ahlusunnah!

Lihat pos aslinya 1.832 kata lagi

Imam Hasan Mujtaba Dimata Rasulullah Saw


Imam Hasan al-Mujtaba as adalah cucu pertama Rasulullah Saw dari Ali bin Abi Thalib as dan Sayidah Fathimah as. Beliau lahir pada pertengahan bulan Ramadhan tahun 3 hijriah di kota Madinah. Ketika Rasul Saw diberi kabar tentang kelahiran cucu pertamanya itu, wajah beliau berseri-seri dan hatinya dipenuhi rasa gembira. Beliau bergegas menuju rumah Sayidah Fathimah as untuk melihat langsung cucunya itu. Sayidah Fathimah as langsung menyerahkan Imam Hasan as yang masih bayi kepada Rasulullah Saw. Setelah menggendongnya, Rasul Saw kemudian membacakan azan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri Imam Hasan as. Ketika itu, Malaikat Jibril as turun dan menyampaikan perintah Allah Swt kepada beliau agar menamakan cucu pertamanya dengan Hasan, yang berarti baik dan terpuji.

imam_hasan_Di_Mata_Rasulullah
Imam Hasan as yang mendapat gelar mujtaba yang berarti “terpilih” ini, merupakan salah satu dari empat orang terdekat Nabi Saw atau Ahlul Bait as yang dibawa ke arena mubahalah menghadapi tantangan kaum Nasrani Najran. Mereka inilah yang telah disucikan Allah dari noda dan dosa, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat tathir. Pada tanggal 24 Dzulhijjah, para pendeta Nasrani datang untuk bersumpah dengan Nabi Muhammad Saw guna membuktikan mana yang paling benar. Tapi pribadi-pribadi yang diajak oleh Rasulullah Saw membuat mereka takut dan membatalkan niatnya untuk bermubahalah dengan Rasul Saw dan keluarganya. Baca lebih lanjut

Imam Mahdi, Pemerintahan Akhir Zaman


al-mahdy_Pemerintahan_Akhir_Zaman
Pada pembahasan yang lalu, kami telah menyinggung sebagian riwayat yang menyebutkan nama-nama dua belas imam as dan riwayat-riwayat lainnya, baik yang datang dari Ahlusunah maupun dari Syi’ah Imamiyyah, yang sebagiannya hanya menyebutkan jumlah mereka saja.
Dalam beberapa riwayat yang lain terdapat tambahan, bahwa para imam tersebut dari bangsa Quraisy. Beberapa riwayat lainnya menyebutkan bahwa jumlah mereka sebanyak nuqaba’ Bani Israil (pengikut setia Nabi Isa as). Ada pula riwayat yang menyebutkan bahwa sembilan orang imam dari mereka itu adalah putra-putra keturunan Imam Husein as. Bahkan dari sebagian hadis Ahlusunah, ada yang menyebutkan nama-nama mereka, satu persatu. Sedangkan riwayat yang terakhir ini termasuk hadis mutawatir pada mazhab Syi’ah Imamiyyah.[1]
Dalam sumber-sumber Syi’ah, banyak sekali hadis yang menjelaskan imamah dan wilayah setiap imam. Sayang sekali, kami kira bukan tempatnya di sini untuk menukilkan hadis-hadis tersebut. Silahkan Anda merujuknya ke kitab-kitab seperti: Bihar Al-Anwar, Ghayat Al-Maram, Istbat Al-Hudat dan selainnya. Untuk itu, pembahasan terakhir mengenai Imamah di dalam kitab ini kami khususkan untuk membahas ihwal imam kedua belas. Pada kesempatan ini pun kami hanya akan membahas poin-poin terpenting. Baca lebih lanjut