Intelijen AS dan ISIS Bekerjasama Hancurkan Irak


AS_Zionis_ISIS_DAISH_ISILKantor intelijen rahasia AS di Baghdad, Irak menolak memberikan data sensitif mengenai lokasikeberadaan kelompok teroris yang beroperasi di negara itu kepada otoritas Irak, termasuk lokasi elemen-elemen Takfiri ISIS, demikian menukil laporan pers AS.

Jurnal Market Watch pada Ahad, 22/06/14, melaporkan, pemerintahan Obama secara resmi melakukan operasi intelijen rahasia di Irak akhir tahun lalu.

“AS, seharusnya membantu militer Irak dalam memerangi terorisme dengan berbagi intelijen mengenai lokasi kelompok-kelompok pemberontak di daerah terpencil negara itu,” demikian menukil pernyataan mantan pejabat Amerika yang akrab dengan masalah ini kepada Jurnal Market Watch.

Pejabat itu menambahkan, jalur komunikasi yang diambil dari para pemimpin kelompok militan ISIS dan real-time feed drone merupakan data-data penting yang tidak diberikan AS kepada otoritas pemerintah Irak.

Sebagai gantinya, Irak hanya diberikan gambar-gambar fotografi yang sangat terbatas dan sudah usang.

Alasannya, para pejabat Washington mengaku khawatir data-data yang diberikan itu akan berakhir di tangan Iran. Sebuah permainan yang menunjukkan bahwa AS tidak berniat bekerja sama dengan Republik Islam dalam memerangi terorisme internasional.

Jurnal Market Watch juga melaporkan, sebelum tentara AS ditarik dari Irak, para pemimpin Takfiri dibebaskan terlebih dahulu dari penjara AS di Irak. Dan diketahui bahwa yang menguasai sejumlah kota-kota di provinsi Irak utara dan timur laut pekan terakhir ini adalah mereka yang dibebaskan AS.

Selain itu, ISIS juga didukung penuh dan dibiayai oleh sekutu AS di Timur Tengah khususnya Arab Saudi dan Qatar.

ISIS Gunakan Kendaraan AS untuk Perangi Rival di Suriah

Kelompok takfiri ISIS yang juga membantai rival takfiri di Suriah utara dalam operasi pembantaian terbaru di Suriah menggunakan kendaraan militer buatan AS yang dipasok dari Irak.

ISIS, sebuah kelompok sempalan jaringan Takfiri al-Qaeda yang bercita-cita mendirikan khilafah “Islam” meliputi Irak dan Suriah itu memicu pemberontakan di Irak dalam dua minggu terakhir dan mengambil alih beberapa kota utara Mosul dan jalur penyeberangan perbatasan dengan Suriah.

Kemajuan ISIS di Irak tampaknya mendorong cabang ISIS di Suriah untuk lebih semangat melawan tentara Suriah sekaligus pemberontak rival dari Tentara Bebas Suriah (FSA) serta Front al-Nusra.

Pekan lalu, ISIS merebut jalur perbatasan Irak-Suriah dari tangan Takfiri saingan, Front al-Nusra dan FSA.

Menurut laporan dari Reuters pada Senin, 23/06/14, untuk pertama kalinya, elemen-elemen ISIS Suriah menggunakan kendaraan militer jenis Humvee buatan AS sarat dengan senjata yang digunakan dalam pertempuran di wilayah utara Provinsi Aleppo, Suriah, demikian pernyataan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia pada Ahad, 22/06/14.

Kendaraan yang dirancang khusus untuk militer itu juga digunakan dalam serangan terbaru mereka untuk mendapatkan kontrol desa-desa di luar kota Azaz, dekat perbatasan Turki, katanya.

Observatory lebih lanjut mengatakan, ISIS di Suriah sudah dipasok puluhan kendaraan jenis yang sama dari Irak untuk memerangi rivalnya.

Amerika Serikat diketahui sejak lama memasok kendaraan jenis Humvee kepada tentara Irak. Namun, pengkhianatan para perwira Irak pendukung Saddam Husain menyerahkan kendaran-kendaraan itu kepada ISIS pekan lalu.

Selama ini ISIS juga terkenal mengambil berbagai jenis peralatan militer dari pasukan Irak yang membelot termasuk kendaraan lapis baja.

Jika Tidak Dibantu AS, ISIS Sudah Disapu Assad dari Suriah

Senator Rand Paul mengatakan, pemerintah AS telah mempersenjatai kawanan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah dan mendanai sekutunya.

Senator AS asal Partai Republik itu mengatakan dalam program NBC News, ‘Meet the Press’, bahwa pemerintah AS telah mendanai sekutu ISIS-nya dan mendukung kelompok teroris di Suriah.

“Mereka (ISIS) berani karena kita (AS) mendukung mereka … Bisa saja Assad menyapu orang-orang ini keluar [dari Suriah] bulan lalu,” kata senator asal Kentucky itu.

“Saya secara pribadi percaya bahwa kelompok ini tidak akan berada di Irak dan tidak akan sekuat sekarang jika kita tidak memasok sekutu mereka dalam perang.”

Rand mengatakan bahwa Arab Saudi dan Qatar, dua sekutu utama AS di Teluk Persia, juga mendanai kelompok teroris ini.

“Kita harus mencegah [ISIS] mengekspor teror, tapi saya tidak begitu yakin di mana kepentingan Amerika yang sebenarnya,” tambah Paul.

Awal pekan ini, sebuah situs berita independen, WND, melaporkan bahwa anggota ISIS telah dilatih oleh CIA di sebuah pangkalan rahasia di Yordania pada 2012 untuk memerangi pemerintah Suriah.

Terdapat pula laporan dari Reuters dan koran Inggris, The Guardian, bahwa AS, Inggris, dan Perancis memberikan pelatihan kepada pemberontak Suriah.

Sementara itu, oposisi utama Turki, Partai Rakyat Republik (CHP), menuduh Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP) yang berkuasa bahwa pihak pemerintah menyediakan dukungan logistik, militer, dan medis kepada kawanan teroris ISIS yang sedang memerangi pemerintah Suriah.

Wakil Ketua CH, Muharrem Ince, mengungkapkan bahwa seorang komandan ISIS, Abu Muhammad, telah menerima perawatan medis di Rumah Sakit Negara Hatay pada 16 April 2014.

“Tanggalnya, 16 April 2014. Di rumah sakit milik negara, Hatay. Ia salah satu komandan ISIS. Namanya dikenal. Saya mengontak bahwa Kementerian Kesehatan untuk meminta tangapannya tentang hal ini dan mendesaknya untuk membuka catatan pasien di rumah sakit itu pada tanggal tersebut,” lapor Ince.

Pejabat tinggi lainnya dari partai oposisi itu, Ihsan Ozkes, yang menjabat wakil CPH di Istanbul menuduh bahwa para jihadis Front al-Nusra yang berafiliasi dengan al-Qaeda telah menerima perawatan medis di sejumlah rumah tamu (guesthouse) yang dikelola Direktorat Agama Turki (DIB) di Turki, di bawah pengawasan Organisasi Intelijen Nasional (MIT).

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s