Ayat-ayat Laknat


Ayat_Ayat_Laknat

Pendahuluan

Perkataan la‘nat (laknat) dan pecahannya disebut sekurang-kurangnya 32 kali di dalam al-Qur’an di dalam berbagai perkara yang melanggari perintah Allah dan Rasul-Nya. Mengikut Muhammad Abu Bakr ‘Abd al- Qadir al-Razi perkataan la‘nat (laknat) memberi erti “ pengusiran dan berjauhan dari kebaikan” ( al-Tard wa al-Ib’ad mina l-khair) (Mukhtaral- Sihhah, hlm. 108, Cairo, 1950). J. MiltonCowan menyatakan la‘nat adalah “curse”. La‘natullahi ‘Alaihi bererti” God’s curse upon him (A Dictionary of Written Arabic, London 1971., hlm.870). Sementara Kamus Dewan pula menyatakan laknat adalah “ kemurkaan Allah dan jauh dari petunjuk-Nya; setiap perbuatan jahat akan menerima kutukan (laknat) daripada Allah. (Kamus Dewan, hlm. 694, Kuala Lumpur,1971)
Mereka yang dilaknati di dalam al-Qur’an

Berikut sebahagian dari mereka-mereka yang dilaknati di dalam al- Qur’an seperti;

Baca lebih lanjut

Iklan

Tangisan Al-Husin as


Ya_Hussain_Tangisa

قال الامام الصادق عليه السلام : من نادى “يا حسين” في الدنيا،  نادى فيى الآخرة “يا حسين” هل تعرف صاحب هذا النداء؟ فيقول الامام الحسين عليه السلام : نعم يا ربي انه من البكائين علي فيأتي النداء : حبيبي يا حسين خذه معك الى الجنة.

اللهم اجعلنا من النادين يا حسين في الدنيا و الاخرة

Imam Ja’far Shodiq as berkata, “Barangsiapa yang memanggil “Ya Husin” di dunia, kelak akhirat Allah memanggil “Ya Husin”, tahukah kamu siapa pemilik suara itu? maka imam Husin as berkata, “Naam, Ya Rabbi..ia termasuk dari orang-orang yang meratapi dan menangisiku”. Kemudian Allah berkata, “Kekasihku, Ya Husin..bawahlah ia bersamamu ke surga”.

Ya Allah jadikanlah kami termasuk dari orang-orang yang selalu menangisi Al-Husin di dunia dan akhirat

Kisah Habib bin Mazhahir


Habib-Bin-MazhahirGurun pasir amatlah luas. Langit penuh dengan bintang. Seorang laki-laki tua berumur 75 tahun meninggalkan tendanya. Laki-laki tua itu melompat naik ke punggung kudanya dan pergi.
Lelaki tua itu mendengar lolongan serigala. Ia tidak takut tehadap apa pun. Ia bermaksud berkunjung ke Mudharib (suku bani Asad) yang terletak di sungai Eufrat.
Ketika lelaki tua itu tiba disana, beberapa anjing menyalak padanya. Beberapa laki-laki suku bani Asad duduk dalam tenda yang besar. Mereka saling mendendangkan lagu pada malam hari.
Mereka menyambut lelaki tua tersebut. Mereka pun berdiri menyambutnya. Ia terlihat begitu dihormati, tetapi mereka tidak mengenalnya.
Lelaki tua itu duduk di bawah. Ia memiliki janggut. Janggutnya berwarna putih seputih kapas. Orang-orang suku bani Asad melihat ekspresi wajahnya yang tenang dan janggutnya yang putih.

Baca lebih lanjut

Imam Ali Al-Hadi; Imamah dan Khilafah


Para imam adalah insan-insan sempurna dan terpilih yang ucapan, perilaku dan sikap mereka, merupakan manifestasi dari kehidupan suci dan sempurna manusia. Imam Hadi as, dalam memberikan penjelasan komprehensif terhadap para imam dan para auliya Allah mengatakan, “Mereka adalah tambang rahmat, para pemilik khazanah ilmu pengetahuan, pondasi kemuliaan, pemimpin dalam memberikan hidayah dan manusia-manusia yang bertakwa.”

 Imam Hadi as dilahirkan pada tanggal 15 Dzuhijjah 212 Hijriah di sebuah desa di sekitar kota Madinah. Setelah gugurnya sang ayah (Imam Jawad as), Imam Hadi as menerima tanggung jawab besar dalam memimpin serta membimbing umat Islam. Tugas suci ini diemban Imam Hadi selama 33 tahun. Selama masa keimamahannya, Imam Hadi selain aktif menyebarkan prinsip-prinsip agama, juga sangat memperhatikan kondisi politik dan sosial umat Islam.

Baca lebih lanjut

Benerkah Quran itu Palsu?


Mayoritas ulama syi’ah menyakini tidak ada tahrif dalam al-Quran. Dan quran yang ada di tangan kita sekarang ini adalah kitab suci yang turun kepada Nabi Saw, yang di dalamnya tidak ada penambahan dan pengurangan. Berikut beberapa argumen yang menguatkan pendapat tersebut;

1. Allah SWT adalah penjaga al-Quran dari segalah bentuk tahrif, sebagaimana firmnaNya;
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَ إِنَّا لَهُ لَحافِظُونَ
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”.
Sudah barang tentu, orang-orang syiah yang menjadikan al-Quran sebagai landasan pemikiran dan prilakunya menyakini pesan yang dibawah ayat di atas tentang keterjagaan dan kesucian al-Quran dari tahrif.

2. Imam Ali as yang selalu bersama Nabi dan salah satu penulis wahyu dalam berbagai kesempatan mengajak kaum muslimin membaca dan mempelajari kandungan quran. Berikut ini beberapa contoh perkataan Imam Ali as;
واعلموا أن هذا القرآن هو الناصح الذي لا يغش والهادي الذي لا يضل
“Ketahuilah bahwa al-Quran ini adalah penasihat yang tak pernah menipu dan pemimpin yang tak pernah menyesatkan”.
ان الله سبحانه لم يعظ أحدا بمثل هذا القرآن فانه حبل الله المتين وسببه المبين
“Sesungguhnya Allah SWT tidak menasihati seseorang melaikan atas garis al-Quran, karena ia merupakan tali kuat Allah dan sarana-Nya yang berharga”.
ثم أنزل عليه الكتاب نورا لا تطفأ مصابيحه وسراجا لا يخبوا توقده ومنهاجا لا يضل نهجه … وفرقانا لا يخمد برهانه
“Kemudia Allah SWT mengirimkan kepada beliau (Nabi Saw) Kitab sebagai cahaya yang nyalanya tak dapat dipadamkan, suatu lampu yang sinarnya tidak redup, suatu jalan yang arahnya tidak menyesatkan … pemisah (baik dan buruk) yang hujahnya tidak melemah”.
Perkataan imam Ali as menjelaskan bahwa al-Quran adalah pelita abadi yang menerangi jalan menusia, tidak ada goncangan yang mampu memadamkannya atau tidak ada celah yang akan menyesatkan manusia.

Baca lebih lanjut

Raj’ah bukan Reinkarnasi


Raj'ah-bukan-reinkarnasi Raj’ah dalam terminologi bahasa arab berarti kembali. Sementara menurut istilah adalah kembalinya sekelompok manusia setelah kematian dan sebelum hari kebangkitan, yang terjadi sezaman dengan imam Mahdi aj dan secara nalar hal ini tidak bertentangan dengan akal maupun logika wahyu.

Islam maupun agama-agama samawi lainnya memandang bahwa esensi manusia adalah mujarrad terkadang juga disebut (nafs), yang senantiasa abadi setelah binasanya badan. Dari sisi lain menurut al-Quran Sang pencipta adalah penguasa mutlak yang tidak terbatas kekuasaannya.

Peremis di atas menjelaskan bahwa persoalan raj’ah menurut pandangan akal adalah perkara yang logis. Karena jelas bahwa mengembalikan sekelompok manusia pada bentuk semula lebih mudah dari pada penciptaan awal. Dengan demikian tidak diragukan lagi bahwa Tuhan yang telah menciptakannya dari awal, mampu mengembalikannya seperti semula.

Baca lebih lanjut

Pesan Rasulullah Saw


Pesan-Rasulullah-Bagian-Pertama.jpg

Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah Saw berkata

“Bintang-bintang adalah petunjuk keselamatan penghuni bumi dari bahaya tenggelam di tengah lautan. Adapun Ahlulbaytku adalah petunjuk keselamatan bagi umatku dari perpecahan. Maka apabila ada kabilah arab yang berlawanan jalan  dengan mereka niscaya akan berpecah belah dan akan menjadi partai iblis”