AlKisah


Suatu hari Rasul Saw duduk di masjid & dikelilingi oleh para sahabat. Tak lama kemudian, datang seorg tua renta dg pakaian compang-camping
Usia tua & kelemahan badannya telah merenggut segala kekuatan yg dimilikinya. Rasulullah menghampirinya seraya bertanya tentang keadaannya
“Ya Rasulullah, aku org tua yg lapar, berikan aku makanan, aku telanjang, berikan aku pakaian, aku hidup menderita, tolonglah aku.” jwbnya
Kemudian Rasulullah berkata: “Aku sekarang tidak memiliki sesuatu yg dapat kuberikan kepadamu..
Akan tetapi, orang yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, sebenarnya ia juga memiliki saham dalam kebaikan tersebut.”
Setelah berkata demikian, Rasulullah menyuruhnya untuk pergi ke rumah Sayyidah Fathimah.
Org tua itu kemudian pergi ke rumah Sayyidah Fathimah & menceritakan segala penderitaannya.
Sayyidah Fathimah berkata: “Aku pun sekarang tidak memiliki sesuatu yg dapat kuberikan kepadamu.”
Setelah berkata demikian, Sayyidah Fathimah melepas kalung yg dihadiahkan oleh putri Hamzah bin Abdul Muthalib kepadanya,
dan memberikannya kepada pria tua itu seraya berkata: “Juallah kalung ini, insya Allah engkau akan dapat memenuhi kebutuhanmu.”
Setelah mengambil kalung tersebut pria tua itu pergi ke masjid. Rasulullah masih duduk bersama para sahabat kala itu.
Pria tua itu berkata: “Wahai Rasulullah, Fathimah memberikan kalung ini kepadaku untuk dijual demi memenuhi segala kebutuhanku.
Rasulullah terisak menangis. Amar Yasir berkata: “Wahai Rasulullah, apakah Anda mengizinkan kalung ini kubeli?”
“Siapa yang membelinya, semoga Allah tidak mengadzabnya.” Jawab Rasulullah Saw singkat
Amar Yasir bertanya kepada pria tua itu: “Berapa kamu mau menjualnya?
“Aku akan menjualnya seharga roti & daging yg dpt mengenyangkanku, pakaian yg dpt menutupi badanku & 10 Dinar sebagai bekalku pulang.
Amar Yasir berkata: “Kubeli kalung ini dengan harga 20 Dinar emas, makanan, pakaian dan kuda sebagai tungganganmu pulang.”
Ia membawa pria tua itu ke rumahnya, lalu diberinya makan, pakaian, kuda dan 20 Dinar emas yang telah disepakatinya.
Setelah mengharumkan kalung tersebut dengan minyak wangi dan membungkusnya dengan kain, ia berkata kepada budaknya:
“Berikanlah bungkusan ini kepada Rasulullah, dan aku juga menghadiahkanmu kepada beliau.”
Rasulullah kemudian menghadiahkan kalung dan budak tersebut kepada putrinya, Fathimah.
Sayyidah Fathimah mengambil kalung tersebut dan berkata kepada budak itu: “Aku bebaskan engkau di jalan Allah.”
Budak itu tersenyum. Sayyidah Fathimah kemudian menanyakan mengapa ia tersenyum.
Budak itu menjawab: “Wahai putri Rasulullah, kalung ini yg membuatku tersenyum. Ia telah mengenyangkan org yg kelaparan,
memberikan pakaian pada org yg tak berpakaian, merubahsi fakir menjadi kaya, memberikan tunggangan pada org yg tidak punya tunggangan,
membebaskan budak dan akhirnya ia kembali pemilik aslinya (Allah Swt).”

Benar Ucapan Rasul Saw yang artinya, “Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, melainkan bertambah, melainkan bertambah.”
Harta yg disedekahkan semata-mata karena Allah menjadi berkah, bukan hanya mengenyangkan perut & menutup badan, namun jg memerdekakan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s