Penulisan Al-Quran


Penulisan-Al-QuranMengapa Al-Quran Ditulis Tidak Berdasarkan Urutan Turunnya Wahyu?

Terdapat tiga pendapat sehubungan dengan pengumpulan al-Quran:[1]

  1. Ayat-ayat setiap surah tatkala diwahyukan diturunkan secara sempurna dan sepanjang surah belum lagi tuntas maka surah yang lain tidak akan dimulai.
  2. Dari setiap surah terdapat ayat yang diturunkan dan secara gradual surah-surah akan sempurna. Pertanyaan yang mengemuka di sini adalah apakah penempatan ayat-ayat dalam beragam surah dilakukan berdasarkan perintah Rasulullah Saw atau hal ini dilakukan pada masa sahabat?
  3. Baik urutan ayat atau urutan surah dalam bentuknya yang sekarang ini telah berbentuk seperti itu pada masa sahabat.

Pendapat Pertama:

Suyuti dalam al-Ithqan mengutip sebuah riwayat yang menunjukkan bahwa Rasulullah Saw dan kaum Muslim dengan bermulanya “Bismillahi al-Rahman al-Rahim” menjadi tahu bahwa surah sebelumnya telah berakhir dan surah setelahnya (baru) bermula.[2] Nukilan ini secara implisit menunjukkan bahwa pada masa Rasulullah Saw turun dan diwahyukan secara sempurna.[3] Namun mengingat bahwa ulama bersepakat bahwa pada awal masa bi’tsat (pengutusan Rasulullah Saw), hanya beberapa ayat permulaan surah al-‘Alaq yang diturunkan[4] dan terkadang sebuah ayat diturunkan dan Rasulullah Saw menempatkannya pada surah yang sesuai dengan konteks ayat tersebut.[5] Karena itu asumsi ini adalah asumsi yang tidak dapat diandalkan.

Baca lebih lanjut

Iklan