FIPMI; ISIS Ancaman Nyata Eksistensi Islam


FIPMI-ISIS-Ancaman-Nyata-Eksistensi-IslamSekjen Forum Internasional Pendekatan Mazhab-Mazhab Islam (FIPMI) menyatakan bahwa kini, jantung Dunia Islam seperti Suriyah, Irak dan Libanon tidak sanggup memainkan peran seyogianya secara efisien. Padahal, semestinya negara-negara sentral itu dapat berperan sangat aktif dalam perkembangan intelektual, kultural, ekonomi dan politik. Dan, faktor utama kemunduran ini adalah Takfirisme.

Dalam jumpa persnya selaku perwakilan Ayatullah Uzma Nasir Makarim Syirazi dalam Kongres Internasional Aliran-Aliran Ekstremis dan Takfiri Menurut Para Ulama Islam, Sekjen FIPMI mengatakan, “Kongres Internasional Aliran-Aliran Ekstremis dan Takfiri Menurut Para Ulama Islam merupakan fenomena intelektual dan keilmuan yang sangat penting bahkan belum pernah terjadi sebelumnya. Sampai sekarang, Dunia Islam belum pernah menyaksikan kongres yang berhasil mengumpulkan para ulama Islam dan menyatakan sikap tegas mengenai aliran-aliran ekstremis-takfiri. Baru sekarang kongres tingkat Dunia Islam digelar, itu pun diselenggarakan di negara kami oleh Hauzah Ilmiah Qom.”

Baca lebih lanjut

Iklan

SIAPAKAH “ISIS” SEBENARNYA ??


Siapa-Sebenarnya-ISIS

Syekh Alawi Amin, salah satu ulama dan guru besar Universitas al-Azhar menilai aksi ISIS di Irak tidak lepas dari agenda Amerika Serikat (AS) dan Zionisme internasional.

“AS berada di balik barisan ini, sedangkan Zionisme internasional menggerakkan mereka yang menamakan dirinya ISIS dan mengaku Islam, padahal Islam berlepas diri dari mereka sebagaimana serigala berlepas diri dari dosa anak-anak Nabi Ya’kub as,” ujar Syekh Alawi.

Seperti diketahui, ungkapan ini mengacu pada kisah pencampakan Nabi Yusuf as ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya. Dalam kisah itu disebutkan bahwa ketika saudara-saudara Nabi Yusuf itu kembali kepada ayahnya, Nabi Ya’qub as, mereka berbohong kepada Nabi Yabi Ya’qub bahwa Nabi Yusuf as hilang diterkam serigala.
Baca lebih lanjut

Pray For PALESTINE


Pray-For-Palestine
Palestina bisa saja di bebaskan dalam hitungan jam seandainya negara negara Arab berssatu melawan israek, sebagaimana mereka bersatu mmelawan Suriah.

Palestine might has released with in
hours if all the Arab countries get
united against israel as the were united against syria

( Sayyed Ali Khamenei )

#PrayForPalestina
Baca lebih lanjut

Intelijen AS dan ISIS Bekerjasama Hancurkan Irak


AS_Zionis_ISIS_DAISH_ISILKantor intelijen rahasia AS di Baghdad, Irak menolak memberikan data sensitif mengenai lokasikeberadaan kelompok teroris yang beroperasi di negara itu kepada otoritas Irak, termasuk lokasi elemen-elemen Takfiri ISIS, demikian menukil laporan pers AS.

Jurnal Market Watch pada Ahad, 22/06/14, melaporkan, pemerintahan Obama secara resmi melakukan operasi intelijen rahasia di Irak akhir tahun lalu.

“AS, seharusnya membantu militer Irak dalam memerangi terorisme dengan berbagi intelijen mengenai lokasi kelompok-kelompok pemberontak di daerah terpencil negara itu,” demikian menukil pernyataan mantan pejabat Amerika yang akrab dengan masalah ini kepada Jurnal Market Watch.

Pejabat itu menambahkan, jalur komunikasi yang diambil dari para pemimpin kelompok militan ISIS dan real-time feed drone merupakan data-data penting yang tidak diberikan AS kepada otoritas pemerintah Irak.
Baca lebih lanjut

Ayatullah Makarem Syirazi : ISIS akan Kami Buat Kocar-Kacir


ayatullah-Makarim_Syirazi-Ayatullah Makarem Shirazi, salah satu

Marji Agung Muslim Syiah Iran menyerukan pembelaan atas seluruh wilayah Irak khususnya tempat- tempat suci oleh semua pecinta Islam dan Ahlul Bait as.

IRNA (23/6) melaporkan, Ayatullah Makarem Shirazi, hari ini, Senin (23/6) mengumumkan, pasca kekalahan para teroris Takfiri dan pendukung-pendukungnya dari negara-negara Arab serta Barat, juga rezim Zionis Israel di Suriah, mereka memutuskan untuk membalas kekalahan itu di Irak.

Save-Karbala-Husaini-Peziarah

Di bagian lain pernyataannya, Ayatullah Makarem Shirazi mengatakan, para teroris Takfiri harus tahu, jika diperlukan jutaan orang dari sejumlah negara yang setiap peringatan Arbain berjalan kaki dari wilayah-wilayah paling jauh menuju makam para Imam as di Irak, akan bergabung dengan pasukan sukarelawan rakyat dan militer Irak.

Anasir-anasir kelompok teroris DIIS, selain di Suriah, dengan kerjasama sisa-sisa anggota Partai Baats, Irak, dalam beberapa pekan terakhir menduduki sejumlah wilayah di negara tersebut. (IRIB Indonesia/HS)

Siapa Sebenarnya Jongos Zionis dan AS?


Siapa-Sebenarnya-Jongos-Zionis-ASThierry Meyssan
Kehancuran mendadak negara Irak oleh serangan kelompok ISIS, itulah yang disajikan oleh pers internasional. Tapi,  siapakah yang akan percaya bahwa sebuah negara yang kuat, yang ditopang oleh persenjataan dari Amerika Serikat, bisa jatuh dalam waktu yang kurang dari seminggu oleh kelompok jihadis independen? Selain itu, siapakah yang akan percaya bahwa mereka yang mendukung pergerakan ISIS di Suriah, lantas tiba-tiba mengutuk mereka di Irak?

Sejak tahun 2001, Kepala Pertahanan Amerika Serikat telah berusaha untuk memecah  ” lebih banyak lagi Timur Tengah” menjadi banyak  negara-negara kecil,  yaitu negara yang homogen secara etnis. Peta wilayah “Timur Tengah baru” diterbitkan pada bulan Juli 2006. Ia berencana untuk membagi Irak menjadi tiga yaitu negara untuk muslim Sunni, negara untuk muslim Syiah dan negara untuk bangsa  Kurdi.

Kegagalan Israel dalam menghadapi Hizbullah di musim panas tahun 2006, dan juga kekalahan  Perancis dan Inggris di Suriah pada 2011-2014, mengisyaratkan bahwa rencana tersebut telah ditinggalkan. Tapi bukan itu permasalahannya, kini pimpinan militer AS sedang mencoba untuk melanjutkan proyek melalui  modern condottieri, yaitu  menggunakan pasukan bayaran yang tidak terikat pada instansi pemerintahan – dan tentu saja, jihadis inilah yang mereka manfaatkan.

Baca lebih lanjut

Iraq-Suriah-Hizbullah Bersatu Perangi ISIS


Takfiri-ISIS-ISIL-DAISH-LAKNATULLAHPresiden Obama dan para pembesar lain di Perancis, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Inggris, harus bertanggung jawab atas destabilisasi kembali Irak seiring destabilisasi Libya dan Suriah. Demikian seru dua jurnalis investigatif, Murad Makhmudov dan Lee Jay Walker.

Menurut keduanya, gelombang kejut itu juga dapat dirasakan di Mesir, Libanon, Mali, Tunisia, dan bahkan kawasan lebih jauh. “Dalam hal ini, kekuatan Teluk dan negara-negara Barat yang menonjol, bersama Turki, telah melepaskan kekuatan yang suka memenggal kepala, membantai minoritas, melnacrakan serangan teroris sehari-hari, menghancurkan monumen budaya, serta sejumlah realitas barbar lainnya,” ujar para jurnalis Modern Tokyo Times itu.

Mantan presiden AS, George W. Bush jr., mulai mendestabilisasi Irak berdasarkan laporan palsu dan sesat. Setelah akhirnya bertahun-tahun situasi terlihat stabil (kendati terorisme menjadi kenyataan di Irak), Obama pun membuka pintu lebar-lebar seraya mendukung kerusuhan dan kekacauan di Libya serta Suriah. “Kebodohan ini sekarang mengarah pada krisis besar di Irak, mengikuti kekacauan yang direncanakan di Libya dan Suriah,” ujar keduanya. Baca lebih lanjut