Iraq-Suriah-Hizbullah Bersatu Perangi ISIS


Takfiri-ISIS-ISIL-DAISH-LAKNATULLAHPresiden Obama dan para pembesar lain di Perancis, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Inggris, harus bertanggung jawab atas destabilisasi kembali Irak seiring destabilisasi Libya dan Suriah. Demikian seru dua jurnalis investigatif, Murad Makhmudov dan Lee Jay Walker.

Menurut keduanya, gelombang kejut itu juga dapat dirasakan di Mesir, Libanon, Mali, Tunisia, dan bahkan kawasan lebih jauh. “Dalam hal ini, kekuatan Teluk dan negara-negara Barat yang menonjol, bersama Turki, telah melepaskan kekuatan yang suka memenggal kepala, membantai minoritas, melnacrakan serangan teroris sehari-hari, menghancurkan monumen budaya, serta sejumlah realitas barbar lainnya,” ujar para jurnalis Modern Tokyo Times itu.

Mantan presiden AS, George W. Bush jr., mulai mendestabilisasi Irak berdasarkan laporan palsu dan sesat. Setelah akhirnya bertahun-tahun situasi terlihat stabil (kendati terorisme menjadi kenyataan di Irak), Obama pun membuka pintu lebar-lebar seraya mendukung kerusuhan dan kekacauan di Libya serta Suriah. “Kebodohan ini sekarang mengarah pada krisis besar di Irak, mengikuti kekacauan yang direncanakan di Libya dan Suriah,” ujar keduanya. Baca lebih lanjut

Iklan

AU Iraq Bombardir Takfiri ISIS


AU-Iraq-Bombardir-ISISRatusan elemen-elemen Takfiri ISIS tewas dalam serangan udara tentara Irak di provinsi barat al-Anbar, demikian menurut keterangan komandan operasi regional militer Irak.

Pesawat-pesawat tempur Irak membombardir kamp-kamp ISIS di Fallujah, sebuah kota yang berada di bawah kendali para teroris sejak Januari lalu.

Salah satu pemimpin ISIS yang diidentifikasi bernama Yasser Nayi tewas dalam serangan udara itu, kata militer menurut TV Irak, Selasa, 17/06/14.

Sekitar 400 Takfiri ISIS yang bersembunyi di sebuah gedung empat lantai di Fallujah dihajar bom oleh pesawat tempur, tambah komandan militer di kota itu kepada jaringan resmi Iraqiya.

Pesawat militer terus menembakkan roket dan senapan mesin yang menargetkan gedung tersebut dan menewaskan sekitar 270 elemen ISIS dan menghancurkan tujuh kendaraan mereka, kata pejabat setempat. Baca lebih lanjut

PILPRES: Saatnya Menentukan Pilihan


PILPRES-Siapa-Pilihan-mu?“Pilihlah orang yang mengerti dengan baik masalah yang dihadapi oleh negara ini; orang yang mengenal masalah yang dihadapi rakyat; orang yang merasakan sakit yang diderita rakyat; orang yang akrab dengan rakyat; orang yang hidup sederhana; orang yang, -baik dia, kerabat maupun orang-orang dekatnya- tidak terlibat dalam praktik penyimpangan, gaya hidup glamour dan israf (berlebih-lebihan). Sebab kecenderungan pejabat negara untuk hidup mewah adalah bencana yang besar.”

[Nasehat Ayatullah Sayyid Ali Khamanei Hafizahullah, kepada warga Iran saat akan menentukan Presiden Republik Islam Iran tahun 2009]

Sholahuddin Mandi Darah, 1700 Warganya Dibantai ISIS


Mosul, kota kedua Irak, jatuh ke tangan Takfiri ISIS pada tanggal 10 Juni dan Tikrit yang terletak 140 kilometer (87 mil) barat laut dari ibukota Baghdad. Lain halnya dengan kota Solahuddin, mereka mendapatkan perlawanan sengit dari penduduk setempat. Namun, pasukan Wahabi Takfiri demi menciptakan ketakutan pada penduduk Solahuddin mereka berhasil menangkap 2500 penduduknya. Kota Solahuddin pun berubah menjadi arena pennjagalan manusia. kota yang dahulu terkenal dengan peninggalannya kini berlumuran darah para syuhada. Takfiri ISIS membantai 1700 penduduk Solahuddin dengan bengis dan kejam. lihatlah kekejaman ISIS terhadap penduduk Solahuddin yang matoritas Ahlisunnah Wal Jamaah.

Wahabi_TakfiriInilah_Wahabi_Takfiri_Si_Penjagal

Layakkah_Disebut_Islam

Wahabi_Lakukan_Geneosida

Wahabi_Membantai_Sunni_Irak

Wahabi_IblisWahabi_ZionisWahabi_Buatan_AS_Zionis

Daish_Membantai_Ahlisunnah_Irak

Sholahuddin_Mandi_Darah, 1700_Warganya_Dibantai_ISIS

Mufti Keluarkan Fatwa Sesat ISIS, DAIS dan Wahabi Takfiri


Inilah_Fawa_Sesat_mesir-ibrahim-nagm-darul-ifta-300x166Kairo, LiputanIslam.com –  Lembaga Fatwa Mesir (Darul Ifta’ al-Masriyyah) mengeluarkan fatwa haram bagi siapapun menjadi anggota organisasi ekstrim seperti Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS), serta menyebutnya sebagai organisasi yang merusak negara serta mencoreng citra Islam di dunia.

“Apa yang dilakukan oleh kelompok ISIS berupa teror, pembunuhan dan pengrusakan di Irak, Suriah dan berbagai negara lain adalah tindakan yang menguntungkan musuh-musuh Islam, membawa kehancuran bagi negara-negara Arab dan Islam serta dapat menjadi alasan bagi intervensi asing,” ungkap juru bicara Lembaga Fatwa Mesir, Ibrahim Nagm, di Kairo Jumat (13/6/2014), sebagaimana dilansir berbagai media  di Timur Tengah.

“Dengan fahamnya yang ekstrim ISIS telah menyesatkan banyak pemuda, menipu mereka atas nama Islam dan negara Islam… Negara yang hendak didirikan oleh ISIS pada hakikatnya adalah upaya untuk mencemarkan citra Islam, menghancurkan negara, dan menumpahkan darah manusia,” lanjut Ibrahim Nagm yang juga merupakan penasehat mufti Mesir. Baca lebih lanjut

Takfiri Abdi Zionis


Isu-Syiah-phobia-Hanya-untuk-Lindungi Zionis-IsraelPemimpin Tinggi Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei menyatakan betapa pentingnya meningkatkan persatuan di antara negara-negara Muslim, dan menyerukan untuk mewaspadai semua plot musuh yang melampiaskan malapetaka pada muslimin.

Pernyataan itu diutarakan Pemimpin dihadapan para pejabat negara Iran, duta besar negara-negara Islam dan tamu undangan yang ikut dalam Musabaqah Internasional Tilawatul Quran di Tehran pada Selasa, 27/05/14.

Dalam sambutan yang bertepatan dengan peringatan hari diutusnya Nabi Muhammad Saw yang dikenal dengan Mabats itu, Sayyid Ali Khamenei mengatakan, “Kekuatan arogan berusaha menyembunyikan masalah yang dihadapinya dengan menciptakan perselisihan di antara umat Islam. Mereka berusaha memunculkan isu Syiah-phobia dan Iran-phobia demi melindungi rezim Zionis Israel.”

Lebih lanjut dikatakannya, sikap yang menunjukkan wajah umat Islam yang kasar merupakan satu gerakan terorganisir dalam menghadapi Islam.

“Saat ini sekelompok manusia di Afrika terzalimi hanya karena mereka beragama Islam, dan bahkan terdapat sekelompok yang mengatasnamakan dirinya sebagai Islam, namun menculik anak-anak sekolah. Hal ini dilakukan agar pesan Islam tidak sampai sasaran.”
Baca lebih lanjut