Abu Mansyur Maturidi; Tafsir dan Takwil


Abu Mansur Maturidi terkait dengan perbedaan antara tafsir dan takwil meyakini bahwa tafsir adalah keyakinan terhadap maksud Allah Swt dimana apabila terdapat dalil definitif tentangnya maka tafsir yang diajukan adalah tafsir sahih dan kalau tidak maka ia adalah tafsir bi ray’i yang dilarang oleh Rasulullah Saw.[i]
Takwil adalah memberikan preferensi (memilih) salah satu makna yang memiliki kemungkinan atas makna lainnya tanpa disertaMakam_Abu_Mansyur_Maturidii keyakinan terhadap maksud Allah Swt.[ii]

[i]. “Barang siapa yang menafsirkan al-Quran sesuai dengan pendapat dan seleranya maka ia telah berdusta atas nama Allah Swt.” Muhammad bin Hasan Syaikh Hurr Amili, Wasâil al-Syiah, Diriset dan diedit oleh Muasasaah Alu al-Bait As, jil. 27, hal. 190, Muassasah Alu al-Bait As, Qum, Cetakan Pertama, 1409 H.
[ii]. Muhammad Kazhim Syakir, Rawesyhâ-e Ta’wil Qur’ân, hal. 31, Daftar Tablighat Islami, Qum, Cetakan Pertama, 1376 S. Habibullah Jalaliyan, Târikh Tafsir Qur’ân Karim (Jalaliyân), hal. 37, Uswah, Tehran, Cetakan Keempat, 1378 S.
Iklan