Intelijen AS dan ISIS Bekerjasama Hancurkan Irak


AS_Zionis_ISIS_DAISH_ISILKantor intelijen rahasia AS di Baghdad, Irak menolak memberikan data sensitif mengenai lokasikeberadaan kelompok teroris yang beroperasi di negara itu kepada otoritas Irak, termasuk lokasi elemen-elemen Takfiri ISIS, demikian menukil laporan pers AS.

Jurnal Market Watch pada Ahad, 22/06/14, melaporkan, pemerintahan Obama secara resmi melakukan operasi intelijen rahasia di Irak akhir tahun lalu.

“AS, seharusnya membantu militer Irak dalam memerangi terorisme dengan berbagi intelijen mengenai lokasi kelompok-kelompok pemberontak di daerah terpencil negara itu,” demikian menukil pernyataan mantan pejabat Amerika yang akrab dengan masalah ini kepada Jurnal Market Watch.

Pejabat itu menambahkan, jalur komunikasi yang diambil dari para pemimpin kelompok militan ISIS dan real-time feed drone merupakan data-data penting yang tidak diberikan AS kepada otoritas pemerintah Irak.
Baca lebih lanjut

Iklan

Siapa Sebenarnya Jongos Zionis dan AS?


Siapa-Sebenarnya-Jongos-Zionis-ASThierry Meyssan
Kehancuran mendadak negara Irak oleh serangan kelompok ISIS, itulah yang disajikan oleh pers internasional. Tapi,  siapakah yang akan percaya bahwa sebuah negara yang kuat, yang ditopang oleh persenjataan dari Amerika Serikat, bisa jatuh dalam waktu yang kurang dari seminggu oleh kelompok jihadis independen? Selain itu, siapakah yang akan percaya bahwa mereka yang mendukung pergerakan ISIS di Suriah, lantas tiba-tiba mengutuk mereka di Irak?

Sejak tahun 2001, Kepala Pertahanan Amerika Serikat telah berusaha untuk memecah  ” lebih banyak lagi Timur Tengah” menjadi banyak  negara-negara kecil,  yaitu negara yang homogen secara etnis. Peta wilayah “Timur Tengah baru” diterbitkan pada bulan Juli 2006. Ia berencana untuk membagi Irak menjadi tiga yaitu negara untuk muslim Sunni, negara untuk muslim Syiah dan negara untuk bangsa  Kurdi.

Kegagalan Israel dalam menghadapi Hizbullah di musim panas tahun 2006, dan juga kekalahan  Perancis dan Inggris di Suriah pada 2011-2014, mengisyaratkan bahwa rencana tersebut telah ditinggalkan. Tapi bukan itu permasalahannya, kini pimpinan militer AS sedang mencoba untuk melanjutkan proyek melalui  modern condottieri, yaitu  menggunakan pasukan bayaran yang tidak terikat pada instansi pemerintahan – dan tentu saja, jihadis inilah yang mereka manfaatkan.

Baca lebih lanjut

Iraq-Suriah-Hizbullah Bersatu Perangi ISIS


Takfiri-ISIS-ISIL-DAISH-LAKNATULLAHPresiden Obama dan para pembesar lain di Perancis, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Inggris, harus bertanggung jawab atas destabilisasi kembali Irak seiring destabilisasi Libya dan Suriah. Demikian seru dua jurnalis investigatif, Murad Makhmudov dan Lee Jay Walker.

Menurut keduanya, gelombang kejut itu juga dapat dirasakan di Mesir, Libanon, Mali, Tunisia, dan bahkan kawasan lebih jauh. “Dalam hal ini, kekuatan Teluk dan negara-negara Barat yang menonjol, bersama Turki, telah melepaskan kekuatan yang suka memenggal kepala, membantai minoritas, melnacrakan serangan teroris sehari-hari, menghancurkan monumen budaya, serta sejumlah realitas barbar lainnya,” ujar para jurnalis Modern Tokyo Times itu.

Mantan presiden AS, George W. Bush jr., mulai mendestabilisasi Irak berdasarkan laporan palsu dan sesat. Setelah akhirnya bertahun-tahun situasi terlihat stabil (kendati terorisme menjadi kenyataan di Irak), Obama pun membuka pintu lebar-lebar seraya mendukung kerusuhan dan kekacauan di Libya serta Suriah. “Kebodohan ini sekarang mengarah pada krisis besar di Irak, mengikuti kekacauan yang direncanakan di Libya dan Suriah,” ujar keduanya. Baca lebih lanjut

AU Iraq Bombardir Takfiri ISIS


AU-Iraq-Bombardir-ISISRatusan elemen-elemen Takfiri ISIS tewas dalam serangan udara tentara Irak di provinsi barat al-Anbar, demikian menurut keterangan komandan operasi regional militer Irak.

Pesawat-pesawat tempur Irak membombardir kamp-kamp ISIS di Fallujah, sebuah kota yang berada di bawah kendali para teroris sejak Januari lalu.

Salah satu pemimpin ISIS yang diidentifikasi bernama Yasser Nayi tewas dalam serangan udara itu, kata militer menurut TV Irak, Selasa, 17/06/14.

Sekitar 400 Takfiri ISIS yang bersembunyi di sebuah gedung empat lantai di Fallujah dihajar bom oleh pesawat tempur, tambah komandan militer di kota itu kepada jaringan resmi Iraqiya.

Pesawat militer terus menembakkan roket dan senapan mesin yang menargetkan gedung tersebut dan menewaskan sekitar 270 elemen ISIS dan menghancurkan tujuh kendaraan mereka, kata pejabat setempat. Baca lebih lanjut

Agenda ISIS di Timur Tengah


Agenda-ISIS-Di-Timur-TengahSetelah memasok Taliban dan Osama bin Laden serta 15 dari 19 pelaku bunuh diri dalam peristiwa 9/11, kontribusi Saudi Arabia terbaru yang mengerikan terhadap sejarah dunia adalah kekhalifahan “Islam” (versi picik Wahhabi ISIS) Irak dan Syam yang sementara ini menaklukan Mosul dan Tikrit (juga Raqqa di Suriah).

Dari Aleppo di Suriah utara hingga perbatasan Irak-Iran, kawanan jihadis ISIS dan beragam gerombolan teroris berjubah agama lainnya yang dibayar Saudi Wahhabi (dan penguasa monarki Kuwaiti) sekarang menguasai ribuan mil persegi.

Terlepas dari peran Arab Saudi dalam tragedi berdarah ini, terdapat cerita lain yang disembunyikan dari publik.

1. Kisah Irak dan Suriah identik secara politik, militer dan jurnalistik: dua pemimpin, Syiah di Irak dan Alawit di Suriah berjuang menghadapi gerombolan teroris Wahhabi internasional.
Baca lebih lanjut

Sholahuddin Mandi Darah, 1700 Warganya Dibantai ISIS


Mosul, kota kedua Irak, jatuh ke tangan Takfiri ISIS pada tanggal 10 Juni dan Tikrit yang terletak 140 kilometer (87 mil) barat laut dari ibukota Baghdad. Lain halnya dengan kota Solahuddin, mereka mendapatkan perlawanan sengit dari penduduk setempat. Namun, pasukan Wahabi Takfiri demi menciptakan ketakutan pada penduduk Solahuddin mereka berhasil menangkap 2500 penduduknya. Kota Solahuddin pun berubah menjadi arena pennjagalan manusia. kota yang dahulu terkenal dengan peninggalannya kini berlumuran darah para syuhada. Takfiri ISIS membantai 1700 penduduk Solahuddin dengan bengis dan kejam. lihatlah kekejaman ISIS terhadap penduduk Solahuddin yang matoritas Ahlisunnah Wal Jamaah.

Wahabi_TakfiriInilah_Wahabi_Takfiri_Si_Penjagal

Layakkah_Disebut_Islam

Wahabi_Lakukan_Geneosida

Wahabi_Membantai_Sunni_Irak

Wahabi_IblisWahabi_ZionisWahabi_Buatan_AS_Zionis

Daish_Membantai_Ahlisunnah_Irak

Sholahuddin_Mandi_Darah, 1700_Warganya_Dibantai_ISIS

12 Ulama Ahlisunnah Dipenggal ISIS


12_Ulama_AhliSunnah_Dipenggal_ISISKelompok Takfiri al-Qaeda, Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) mengekskusi 12 ulama Sunni di kota Mosul, Irak utara.

ISIS membunuh 12 ulama Sunni itu di depan Masjid al-Isra di Mosul karena menolak berbaiat dan sumpah setia kepada geng teror bengis pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi, demikian media al-Iraqiya melaporkan pada Sabtu (14/06/14).

Dalam insiden lain, elemen-elemen Takfiri ISIS juga mengeksekusi dan memutilasi Imam Masjid Mosul, Central Mosque yang menolak tawaran ISIS untuk bergabung dengan mereka, kata ulama lokal.

Sebelumnya diberitakan, organisasi Ulama Irak Basrah dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa Ahlu Sunnah Irak menolak eksistensi ISIS sebagai bagian dari Sunni, dan menegaskan dukungannya kepada tentara dan integritas Irak. Baca lebih lanjut