KH Ali Mustofa Ya’qub; Menyambut John Kerry Menolak Muslim Iran


Belunder-KH-Mustofa-Ali-Ya'qub

Ajakan untuk mengeratkan ukhuwah diantara umat Nabi Muhammad, tak selamanya berbuah manis. Setidaknya, itulah yang menimpa Ayatullah Ali Akbar Rasyad, seorang ulama Iran yang baru-baru ini mengunjungi Indonesia.

Di hadapan jamaah Masjid Istiqlal seusai shalat Jum’at, selaku tamu negara, ia mendapatkan kehormatan untuk menyampaikan pidato singkat. Namun siapa sangka, jika pidatonya tersebut kemudian dipermasalahkan oleh media takfiri seperti hidayatullah.com. Media itu menuduh, bahwa Ayatullah Ali mengemukakan sesuatu yang meresahkan Ahlussunah, dan mengancam keberadaan NKRI.

Baca lebih lanjut

Iklan

SIAPAKAH “ISIS” SEBENARNYA ??


Siapa-Sebenarnya-ISIS

Syekh Alawi Amin, salah satu ulama dan guru besar Universitas al-Azhar menilai aksi ISIS di Irak tidak lepas dari agenda Amerika Serikat (AS) dan Zionisme internasional.

“AS berada di balik barisan ini, sedangkan Zionisme internasional menggerakkan mereka yang menamakan dirinya ISIS dan mengaku Islam, padahal Islam berlepas diri dari mereka sebagaimana serigala berlepas diri dari dosa anak-anak Nabi Ya’kub as,” ujar Syekh Alawi.

Seperti diketahui, ungkapan ini mengacu pada kisah pencampakan Nabi Yusuf as ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya. Dalam kisah itu disebutkan bahwa ketika saudara-saudara Nabi Yusuf itu kembali kepada ayahnya, Nabi Ya’qub as, mereka berbohong kepada Nabi Yabi Ya’qub bahwa Nabi Yusuf as hilang diterkam serigala.
Baca lebih lanjut

WAHABI TAKFIRI DiBALIK PRABOWO


Orang-dungu-bela-isisKilas balik 8 tahun lalu, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono kala itumemberi peringatan akan adanya, adanya penyusupan gerakan radikal ke dalam partai-partai Islam. Infiltrasi itu bertujuan untuk mendirikan Negara Islamdan menerapkan syar’iah. Menurut Juwono, gerakan radikal itu bernaung di parpol islam sambil menunggu momentum radikalisasi. Menhan kemudian meminta parpol Islam untuk waspada terhadap penyusupan itu.

Atas pernyataannya itu, Menhan menerima badai protes dari kalangan partai, salah satunya Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring. Dia menyebut pernyataan Menhan itu hanya memberi stigma negatif partai-partai Islam. Dia menyebut Menhan telah menggunakan cara-cara Orde Baru. “Kalau memang punya bukti, langsung tunjuk hidung partai mana yang dimaksud,” tantang Tifatul Sembiring menanggapi pernyataan Menhan Juwono Sudarsono.

Tak heran jika mantan presiden PKS, yang sekarang ini menjabat sebagai Menkominfo di pemerintahan SBY, bersikap sangat keras terhadap peringatan Menhan Juwuno tahun 2006. Bersama Hidayat Nur Wahid, Tifatul adalahpeletak dasar ideologi PKS. Keduanya berasal dari gerakan Tarbiyah, yang ingin mentransplantasi ideologi politik Ikhwanul Muslimin dari Mesir dan ideologi keagamaan Wahabi dari Arab Saudi.

Berdirinya PKS berawal dari kelompok keagamaan yang berbasis di kampus-kampus negeri pada awal 1980-an. Kelompok ini kerap disebut gerakanTarbiyah (pendidikan) atau Usroh (keluarga). Gerakan ini disebut tarbiyah karena dibangun dengan kegiatan mentoring atau pendidikan keagamaan oleh kelompok-kelompok yang dibentuk di sekitar kampus. Setiap kelompok terdiri dari 5-7 orang yang dibimbing seorang murabbi (mentor) dengan kewajiban saling menjaga satu sama lain, tak hanya dalam aktifitas belajar tapi juga dalam aspek kehidupan sehingga seperti keluarga (usroh). Baca lebih lanjut

Intelijen AS dan ISIS Bekerjasama Hancurkan Irak


AS_Zionis_ISIS_DAISH_ISILKantor intelijen rahasia AS di Baghdad, Irak menolak memberikan data sensitif mengenai lokasikeberadaan kelompok teroris yang beroperasi di negara itu kepada otoritas Irak, termasuk lokasi elemen-elemen Takfiri ISIS, demikian menukil laporan pers AS.

Jurnal Market Watch pada Ahad, 22/06/14, melaporkan, pemerintahan Obama secara resmi melakukan operasi intelijen rahasia di Irak akhir tahun lalu.

“AS, seharusnya membantu militer Irak dalam memerangi terorisme dengan berbagi intelijen mengenai lokasi kelompok-kelompok pemberontak di daerah terpencil negara itu,” demikian menukil pernyataan mantan pejabat Amerika yang akrab dengan masalah ini kepada Jurnal Market Watch.

Pejabat itu menambahkan, jalur komunikasi yang diambil dari para pemimpin kelompok militan ISIS dan real-time feed drone merupakan data-data penting yang tidak diberikan AS kepada otoritas pemerintah Irak.
Baca lebih lanjut

Siapa Sebenarnya Jongos Zionis dan AS?


Siapa-Sebenarnya-Jongos-Zionis-ASThierry Meyssan
Kehancuran mendadak negara Irak oleh serangan kelompok ISIS, itulah yang disajikan oleh pers internasional. Tapi,  siapakah yang akan percaya bahwa sebuah negara yang kuat, yang ditopang oleh persenjataan dari Amerika Serikat, bisa jatuh dalam waktu yang kurang dari seminggu oleh kelompok jihadis independen? Selain itu, siapakah yang akan percaya bahwa mereka yang mendukung pergerakan ISIS di Suriah, lantas tiba-tiba mengutuk mereka di Irak?

Sejak tahun 2001, Kepala Pertahanan Amerika Serikat telah berusaha untuk memecah  ” lebih banyak lagi Timur Tengah” menjadi banyak  negara-negara kecil,  yaitu negara yang homogen secara etnis. Peta wilayah “Timur Tengah baru” diterbitkan pada bulan Juli 2006. Ia berencana untuk membagi Irak menjadi tiga yaitu negara untuk muslim Sunni, negara untuk muslim Syiah dan negara untuk bangsa  Kurdi.

Kegagalan Israel dalam menghadapi Hizbullah di musim panas tahun 2006, dan juga kekalahan  Perancis dan Inggris di Suriah pada 2011-2014, mengisyaratkan bahwa rencana tersebut telah ditinggalkan. Tapi bukan itu permasalahannya, kini pimpinan militer AS sedang mencoba untuk melanjutkan proyek melalui  modern condottieri, yaitu  menggunakan pasukan bayaran yang tidak terikat pada instansi pemerintahan – dan tentu saja, jihadis inilah yang mereka manfaatkan.

Baca lebih lanjut

Iraq-Suriah-Hizbullah Bersatu Perangi ISIS


Takfiri-ISIS-ISIL-DAISH-LAKNATULLAHPresiden Obama dan para pembesar lain di Perancis, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Inggris, harus bertanggung jawab atas destabilisasi kembali Irak seiring destabilisasi Libya dan Suriah. Demikian seru dua jurnalis investigatif, Murad Makhmudov dan Lee Jay Walker.

Menurut keduanya, gelombang kejut itu juga dapat dirasakan di Mesir, Libanon, Mali, Tunisia, dan bahkan kawasan lebih jauh. “Dalam hal ini, kekuatan Teluk dan negara-negara Barat yang menonjol, bersama Turki, telah melepaskan kekuatan yang suka memenggal kepala, membantai minoritas, melnacrakan serangan teroris sehari-hari, menghancurkan monumen budaya, serta sejumlah realitas barbar lainnya,” ujar para jurnalis Modern Tokyo Times itu.

Mantan presiden AS, George W. Bush jr., mulai mendestabilisasi Irak berdasarkan laporan palsu dan sesat. Setelah akhirnya bertahun-tahun situasi terlihat stabil (kendati terorisme menjadi kenyataan di Irak), Obama pun membuka pintu lebar-lebar seraya mendukung kerusuhan dan kekacauan di Libya serta Suriah. “Kebodohan ini sekarang mengarah pada krisis besar di Irak, mengikuti kekacauan yang direncanakan di Libya dan Suriah,” ujar keduanya. Baca lebih lanjut

AU Iraq Bombardir Takfiri ISIS


AU-Iraq-Bombardir-ISISRatusan elemen-elemen Takfiri ISIS tewas dalam serangan udara tentara Irak di provinsi barat al-Anbar, demikian menurut keterangan komandan operasi regional militer Irak.

Pesawat-pesawat tempur Irak membombardir kamp-kamp ISIS di Fallujah, sebuah kota yang berada di bawah kendali para teroris sejak Januari lalu.

Salah satu pemimpin ISIS yang diidentifikasi bernama Yasser Nayi tewas dalam serangan udara itu, kata militer menurut TV Irak, Selasa, 17/06/14.

Sekitar 400 Takfiri ISIS yang bersembunyi di sebuah gedung empat lantai di Fallujah dihajar bom oleh pesawat tempur, tambah komandan militer di kota itu kepada jaringan resmi Iraqiya.

Pesawat militer terus menembakkan roket dan senapan mesin yang menargetkan gedung tersebut dan menewaskan sekitar 270 elemen ISIS dan menghancurkan tujuh kendaraan mereka, kata pejabat setempat. Baca lebih lanjut