FIPMI; ISIS Ancaman Nyata Eksistensi Islam


FIPMI-ISIS-Ancaman-Nyata-Eksistensi-IslamSekjen Forum Internasional Pendekatan Mazhab-Mazhab Islam (FIPMI) menyatakan bahwa kini, jantung Dunia Islam seperti Suriyah, Irak dan Libanon tidak sanggup memainkan peran seyogianya secara efisien. Padahal, semestinya negara-negara sentral itu dapat berperan sangat aktif dalam perkembangan intelektual, kultural, ekonomi dan politik. Dan, faktor utama kemunduran ini adalah Takfirisme.

Dalam jumpa persnya selaku perwakilan Ayatullah Uzma Nasir Makarim Syirazi dalam Kongres Internasional Aliran-Aliran Ekstremis dan Takfiri Menurut Para Ulama Islam, Sekjen FIPMI mengatakan, “Kongres Internasional Aliran-Aliran Ekstremis dan Takfiri Menurut Para Ulama Islam merupakan fenomena intelektual dan keilmuan yang sangat penting bahkan belum pernah terjadi sebelumnya. Sampai sekarang, Dunia Islam belum pernah menyaksikan kongres yang berhasil mengumpulkan para ulama Islam dan menyatakan sikap tegas mengenai aliran-aliran ekstremis-takfiri. Baru sekarang kongres tingkat Dunia Islam digelar, itu pun diselenggarakan di negara kami oleh Hauzah Ilmiah Qom.”

Baca lebih lanjut

Iklan

KH Ali Mustofa Ya’qub; Menyambut John Kerry Menolak Muslim Iran


Belunder-KH-Mustofa-Ali-Ya'qub

Ajakan untuk mengeratkan ukhuwah diantara umat Nabi Muhammad, tak selamanya berbuah manis. Setidaknya, itulah yang menimpa Ayatullah Ali Akbar Rasyad, seorang ulama Iran yang baru-baru ini mengunjungi Indonesia.

Di hadapan jamaah Masjid Istiqlal seusai shalat Jum’at, selaku tamu negara, ia mendapatkan kehormatan untuk menyampaikan pidato singkat. Namun siapa sangka, jika pidatonya tersebut kemudian dipermasalahkan oleh media takfiri seperti hidayatullah.com. Media itu menuduh, bahwa Ayatullah Ali mengemukakan sesuatu yang meresahkan Ahlussunah, dan mengancam keberadaan NKRI.

Baca lebih lanjut

Pemberhalaan Makan Wali


1. Penistaan makam wali-wali sebagai berhala dalam buku pelajaran sejarah adalah bukti kita jangan cuma menyoroti ISIS tapi juga ISISisme.

2. Ini bukti bahawa isisisme menyusupi sentra-sentra strategis. ISIS di Suriah dan Irak hancurkan makam nabi dan wali karena dianggap berhala.

3. Karena merasa satu-satu kelompok yang bertauhid, pengikutnya menganggap semuanya  Muslim lain tercemari syirik,bid’ah dan khurafat.

4. Karena menganggap nyekar makam wali dan pahlawam sebagai menyembah berhala, kelompok ini menganggap selainnya sebagai musyrik dan sesat.

5. Sekte horor ini meradikalisasi korban-korbannya dengan menciptakan doktrin halusinasi musuh bahwa selain mereka menodai tauhid.

6. Dengan doktrin halunisasi bahwa umat Islam terjangkiti syirik dan bid’ah, sekte gurun ini menganggap Sunni dan Syiah sesat.

7. Sekte ini mudah menyusupi masyarakat karena 1)Mengenakan kedok Ahlussunah malah mengklaim sunni asli minus bid’ah dan syirik.

8. 2) Sekte ini menampilkan Arabisme terutama Saudisme (yang mnguasai Mekah dan Mdinah) untuk mempengaruhi awam yang silau dengan simbol.

9. 3) Meski sering menuduh Syiah bertaqiyah gerombolan ini royal dalam taqiyah. Kadang tampil soft berupa partai yang “bersih”.

10. 3) Sekte ini menawarkan agama dalam bentuk yang tegas (hitam-putih) mudah (doktrinal) dan praktis (minus logika).

11. Teologi pensyirikan dan pengkafiran inilah sumber ekstremisme, intoleransi dan kekerasan di dunia Islam.

12. Pemberhalaan makam wali dalam buku pelajaran sejarah juga materi pensyirikan ziarah di beberapa TV harus jadi alarem waspada.

13. Skripturalisme dengan jargon Quran, Sunnah dan salaf dengan mudah menyebar dan mempengaruhi pelajar dan mahasiswa yang lugu.

14.Doktrin pensyirikan ziarah makam adalah penistaan terhadap humanitas. Masyarakat Barat pun menghormati pahlawan dan jiwa.

15.Pemberhalaan makam-makam wali adalah prolog bagi penghancuran situs-situs sejarah dan budaya. Inilah yang saya maksud dengan isisisme.

16. Isisisme lebih luas dari ISIS. Banyak yang menyatakan menolak ISIS tapi menganut isisisme yang berciri pengkafiran dan kekerasan.@MuhsinLabib

 

Dosa Dosa PKS Kepada Jokowi selama Pilpres 2014


Dosa-Dosa-PKS-selama-Pilpres-2014

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ISLAMTOLERAN.COM– Siapa yang tidak kenal dengan partai PKS ( partai keadilan sejahtera) ?

semua orang pasti tahu tentang partai islam satu ini.Diawal berdirinya partai islam ini menjadi buah bibir semua orang karena aksinya yang cantik dan sangat militan dalam melakukan perubahan termasuk dalam semangat membersihkan praktek KKN di republik indonesia ini

Tidak butuh waktu lama untuk partai islam satu ini mengambil hati rakyat indonesia khususnya kalangan pesantren setelah melihat aksi aksi PKS yang sangat pro rakyat

namun kini semuanya berubah.setelah menjadi partai besar PKS tida lagi menjadi partai islam yang istiqomah dalam menegakkan keadilan bahkan ikut terjerumus dalam perbuatan tercela

Akibat perbuatan tercela yang dilakukan petinggi PKS seperti dalam kasus Skandal Suap Impor Daging Sapi yang melibatkan LHI ( lutfi hasan ishaq) yang tidak lain presiden PKS membuat perolehan suara partai tersebut anjlok menjadi partai dengan perolehan suara nomor 6 ,meleset dari jargon politiknya ” PKS TIGA BESAR”

Baca lebih lanjut

SIAPAKAH “ISIS” SEBENARNYA ??


Siapa-Sebenarnya-ISIS

Syekh Alawi Amin, salah satu ulama dan guru besar Universitas al-Azhar menilai aksi ISIS di Irak tidak lepas dari agenda Amerika Serikat (AS) dan Zionisme internasional.

“AS berada di balik barisan ini, sedangkan Zionisme internasional menggerakkan mereka yang menamakan dirinya ISIS dan mengaku Islam, padahal Islam berlepas diri dari mereka sebagaimana serigala berlepas diri dari dosa anak-anak Nabi Ya’kub as,” ujar Syekh Alawi.

Seperti diketahui, ungkapan ini mengacu pada kisah pencampakan Nabi Yusuf as ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya. Dalam kisah itu disebutkan bahwa ketika saudara-saudara Nabi Yusuf itu kembali kepada ayahnya, Nabi Ya’qub as, mereka berbohong kepada Nabi Yabi Ya’qub bahwa Nabi Yusuf as hilang diterkam serigala.
Baca lebih lanjut

WAHABI TAKFIRI DiBALIK PRABOWO


Orang-dungu-bela-isisKilas balik 8 tahun lalu, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono kala itumemberi peringatan akan adanya, adanya penyusupan gerakan radikal ke dalam partai-partai Islam. Infiltrasi itu bertujuan untuk mendirikan Negara Islamdan menerapkan syar’iah. Menurut Juwono, gerakan radikal itu bernaung di parpol islam sambil menunggu momentum radikalisasi. Menhan kemudian meminta parpol Islam untuk waspada terhadap penyusupan itu.

Atas pernyataannya itu, Menhan menerima badai protes dari kalangan partai, salah satunya Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring. Dia menyebut pernyataan Menhan itu hanya memberi stigma negatif partai-partai Islam. Dia menyebut Menhan telah menggunakan cara-cara Orde Baru. “Kalau memang punya bukti, langsung tunjuk hidung partai mana yang dimaksud,” tantang Tifatul Sembiring menanggapi pernyataan Menhan Juwono Sudarsono.

Tak heran jika mantan presiden PKS, yang sekarang ini menjabat sebagai Menkominfo di pemerintahan SBY, bersikap sangat keras terhadap peringatan Menhan Juwuno tahun 2006. Bersama Hidayat Nur Wahid, Tifatul adalahpeletak dasar ideologi PKS. Keduanya berasal dari gerakan Tarbiyah, yang ingin mentransplantasi ideologi politik Ikhwanul Muslimin dari Mesir dan ideologi keagamaan Wahabi dari Arab Saudi.

Berdirinya PKS berawal dari kelompok keagamaan yang berbasis di kampus-kampus negeri pada awal 1980-an. Kelompok ini kerap disebut gerakanTarbiyah (pendidikan) atau Usroh (keluarga). Gerakan ini disebut tarbiyah karena dibangun dengan kegiatan mentoring atau pendidikan keagamaan oleh kelompok-kelompok yang dibentuk di sekitar kampus. Setiap kelompok terdiri dari 5-7 orang yang dibimbing seorang murabbi (mentor) dengan kewajiban saling menjaga satu sama lain, tak hanya dalam aktifitas belajar tapi juga dalam aspek kehidupan sehingga seperti keluarga (usroh). Baca lebih lanjut

Intelijen AS dan ISIS Bekerjasama Hancurkan Irak


AS_Zionis_ISIS_DAISH_ISILKantor intelijen rahasia AS di Baghdad, Irak menolak memberikan data sensitif mengenai lokasikeberadaan kelompok teroris yang beroperasi di negara itu kepada otoritas Irak, termasuk lokasi elemen-elemen Takfiri ISIS, demikian menukil laporan pers AS.

Jurnal Market Watch pada Ahad, 22/06/14, melaporkan, pemerintahan Obama secara resmi melakukan operasi intelijen rahasia di Irak akhir tahun lalu.

“AS, seharusnya membantu militer Irak dalam memerangi terorisme dengan berbagi intelijen mengenai lokasi kelompok-kelompok pemberontak di daerah terpencil negara itu,” demikian menukil pernyataan mantan pejabat Amerika yang akrab dengan masalah ini kepada Jurnal Market Watch.

Pejabat itu menambahkan, jalur komunikasi yang diambil dari para pemimpin kelompok militan ISIS dan real-time feed drone merupakan data-data penting yang tidak diberikan AS kepada otoritas pemerintah Irak.
Baca lebih lanjut